Pizza adalah salah satu makanan paling populer di dunia, namun tidak semua pizza diciptakan dengan filosofi yang sama. Dua gaya pizza yang paling sering dibandingkan adalah pizza Italia dan pizza Amerika. Keduanya sama-sama lezat, tetapi memiliki perbedaan mencolok dari segi sejarah, bahan, cara pembuatan, hingga budaya makan.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan pizza Italia dan pizza Amerika? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap agar kamu bisa memahami karakter masing-masing—dan menentukan mana yang paling sesuai dengan seleramu.
1. Asal-usul dan Latar Sejarah
🍕 Pizza Italia: Lahir dari Tradisi
Pizza Italia berakar kuat di Napoli (Naples) pada abad ke-18. Pizza diciptakan sebagai makanan rakyat—sederhana, murah, dan mengenyangkan. Tujuannya bukan untuk memanjakan lidah dengan banyak topping, melainkan menonjolkan kualitas bahan dasar.
Pizza Italia lahir dari:
- Keterbatasan bahan
- Tradisi memasak turun-temurun
- Identitas budaya lokal
🍕 Pizza Amerika: Produk Imigrasi dan Inovasi
Pizza Amerika berkembang ketika imigran Italia membawa resep pizza ke Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Di kota seperti New York dan Chicago, pizza beradaptasi dengan:
- Selera lokal
- Porsi besar khas Amerika
- Inovasi komersial
Hasilnya adalah pizza dengan karakter baru: lebih besar, lebih tebal, dan lebih berani dalam topping.
2. Ketebalan dan Tekstur Adonan
Pizza Italia
- Adonan tipis di tengah, sedikit mengembang di pinggir
- Tekstur lembut dan kenyal
- Mudah dilipat tanpa patah
- Dipanggang sangat cepat (oven kayu suhu tinggi)
Pizza Italia, khususnya Neapolitan pizza, fokus pada keseimbangan tekstur, bukan kerenyahan ekstrem.
Pizza Amerika
- Umumnya lebih tebal
- Bisa sangat tipis dan renyah (New York style)
- Bisa sangat tebal dan padat (Chicago deep dish)
- Lebih mengenyangkan
Pizza Amerika dirancang agar satu atau dua potong sudah cukup mengenyangkan.
3. Saus Tomat: Sederhana vs Kaya Rasa
Pizza Italia
- Saus tomat sangat sederhana
- Biasanya hanya tomat segar, garam, dan sedikit minyak zaitun
- Tidak dimasak lama
Tujuannya adalah menonjolkan rasa alami tomat, bukan menutupinya.
Pizza Amerika
- Saus tomat lebih kompleks
- Sering dimasak dengan:
- Gula
- Bawang
- Rempah tambahan
Rasanya cenderung lebih manis dan kuat, sesuai selera Amerika.
4. Keju: Minimalis vs Melimpah
Pizza Italia
- Menggunakan keju secukupnya
- Umumnya mozzarella segar (buffalo mozzarella)
- Keju tidak mendominasi rasa
Keju di pizza Italia berfungsi sebagai pelengkap, bukan bintang utama.
Pizza Amerika
- Keju digunakan sangat banyak
- Umumnya mozzarella olahan
- Meleleh tebal dan elastis
Pizza Amerika identik dengan cheese pull panjang dan rasa gurih yang kuat.
5. Topping: Sedikit tapi Berkualitas vs Bebas dan Variatif



4
Pizza Italia
- Topping minimal:
- Tomat
- Keju
- Basil
- Jamur
- Prosciutto
Aturannya ketat: tidak boleh berlebihan. Setiap topping harus saling melengkapi.
Pizza Amerika
- Topping sangat bebas:
- Pepperoni
- Sosis
- Bacon
- Ayam BBQ
- Nanas
- Bahkan keju di dalam pinggiran
Pizza Amerika adalah tentang kreativitas dan kepuasan maksimal.
6. Ukuran dan Porsi
Pizza Italia
- Ukuran personal (1 pizza = 1 orang)
- Dimakan dengan pisau dan garpu
- Fokus pada pengalaman makan perlahan
Pizza Amerika
- Ukuran besar
- Dipotong banyak slice
- Cocok untuk berbagi
Budaya makan pizza Amerika lebih sosial dan kasual.
7. Cara Memanggang
Pizza Italia
- Oven kayu tradisional
- Suhu sangat tinggi (400–485°C)
- Waktu panggang 60–90 detik
Ini menghasilkan pizza yang:
- Lembut
- Beraroma asap
- Tidak kering
Pizza Amerika
- Oven listrik atau gas
- Suhu lebih rendah
- Waktu panggang lebih lama
Hasilnya:
- Pizza matang merata
- Lebih padat
- Cocok untuk banyak topping
8. Filosofi Kuliner di Baliknya
Pizza Italia = Tradisi dan Kesederhanaan
- Menghormati bahan
- Resep dilindungi aturan
- Sedikit variasi, tapi konsisten
Pizza Italia adalah warisan budaya, bukan sekadar makanan.
Pizza Amerika = Inovasi dan Kebebasan
- Eksperimen tanpa batas
- Mengikuti pasar dan selera
- Mudah berubah dan berkembang
Pizza Amerika adalah produk budaya pop dan industri kuliner.
9. Mana yang Lebih “Asli”?
Pertanyaan ini sering muncul, tapi jawabannya tergantung sudut pandang:
- Pizza Italia adalah pizza asli secara sejarah
- Pizza Amerika adalah evolusi modern yang sah
Keduanya tidak saling mengalahkan, melainkan mewakili dua pendekatan kuliner yang berbeda.
10. Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Pilih pizza Italia jika kamu:
- Suka rasa alami
- Menyukai makanan ringan tapi berkualitas
- Menghargai tradisi
Pilih pizza Amerika jika kamu:
- Suka porsi besar
- Menyukai keju dan topping melimpah
- Ingin rasa yang “bold”
Kesimpulan
Perbedaan pizza Italia dan Amerika bukan soal mana yang lebih enak, tetapi soal filosofi dan budaya. Pizza Italia menekankan kesederhanaan, keseimbangan, dan tradisi, sementara pizza Amerika menonjolkan kreativitas, inovasi, dan kepuasan maksimal.
Keduanya sama-sama berhasil mencuri hati dunia dengan caranya masing-masing. Dan kabar baiknya?
👉 Kita tidak perlu memilih salah satu—kita bisa menikmati keduanya.