Pizza adalah salah satu makanan paling populer di dunia. Hampir di setiap negara, pizza hadir dengan berbagai rasa, bentuk, dan inovasi modern. Namun, di balik kelezatan dan popularitasnya saat ini, pizza memiliki sejarah panjang yang berakar dari kehidupan rakyat sederhana hingga akhirnya menjadi ikon kuliner global.
Lalu, bagaimana sejarah ditemukannya pizza? Apakah pizza langsung lahir seperti yang kita kenal sekarang, atau melalui proses panjang dan bertahap? Artikel ini akan mengulas sejarah pizza dari masa kuno hingga menjadi makanan dunia yang digemari lintas budaya.
1. Awal Mula: Roti Pipih di Peradaban Kuno
Jauh sebelum kata “pizza” dikenal, manusia telah mengenal roti pipih (flatbread) sebagai makanan pokok. Peradaban kuno seperti:
- Mesir Kuno
- Yunani Kuno
- Romawi Kuno
sudah membuat adonan tepung yang dipanggang di atas batu panas atau tungku sederhana. Roti ini sering diberi tambahan:
- Minyak zaitun
- Rempah-rempah
- Bawang atau sayuran
Bangsa Yunani mengenal makanan bernama plakous, sementara bangsa Romawi memiliki panis focacius, roti pipih yang menjadi nenek moyang pizza modern.
Pada masa ini, roti pipih berfungsi sebagai:
- Makanan praktis
- Alas makanan
- Sumber energi murah
Konsep dasar pizza—roti + topping—sudah lahir, meski belum disebut pizza.
2. Kata “Pizza” dan Asal-usul Namanya
Asal-usul kata pizza masih menjadi perdebatan para sejarawan. Beberapa teori menyebutkan bahwa kata pizza berasal dari:
- Bahasa Latin pinsere (menekan atau memipihkan)
- Bahasa Yunani pitta (roti pipih)
- Bahasa Lombard bizzo atau pizzo (gigitan)
Catatan tertulis paling awal tentang kata pizza muncul sekitar abad ke-10 di Italia selatan. Ini menunjukkan bahwa pizza sudah dikenal sebagai makanan lokal jauh sebelum menjadi terkenal secara global.
3. Napoli: Tempat Lahir Pizza Modern


4
Pizza modern lahir di Napoli (Naples), Italia, pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19. Saat itu, Napoli adalah kota pelabuhan padat penduduk dengan banyak pekerja kelas bawah.
Pizza di Napoli awalnya adalah:
- Makanan rakyat miskin
- Murah
- Mudah dibuat
- Mengenyangkan
Roti pipih dipanggang lalu diberi topping sederhana seperti:
- Tomat
- Bawang
- Keju lokal
- Minyak zaitun
Menariknya, tomat baru digunakan setelah tanaman ini dibawa dari Amerika ke Eropa pada abad ke-16. Awalnya tomat dianggap beracun oleh kalangan elite, tetapi rakyat Napoli justru memanfaatkannya sebagai makanan.
4. Pizza Sebagai Makanan Jalanan
Di Napoli, pizza dijual di jalanan dan dimakan tanpa alat makan. Pizza menjadi makanan favorit karena:
- Bisa dimakan cepat
- Cocok untuk pekerja
- Harganya sangat terjangkau
Pada masa ini, pizza masih dianggap makanan kelas bawah, bahkan sering dipandang rendah oleh kaum bangsawan dan kalangan atas.
Namun justru dari kesederhanaan inilah pizza berkembang dan bertahan.
5. Lahirnya Pizza Margherita



Titik balik sejarah pizza terjadi pada tahun 1889. Seorang pembuat pizza dari Napoli, Raffaele Esposito, diminta membuat pizza untuk Ratu Italia, Queen Margherita.
Esposito membuat pizza dengan tiga warna:
- Merah (tomat)
- Putih (keju mozzarella)
- Hijau (daun basil)
Warna ini melambangkan bendera Italia. Sang ratu menyukai pizza tersebut, dan pizza itu kemudian dinamai Pizza Margherita.
Peristiwa ini penting karena:
- Pizza mulai diterima kalangan bangsawan
- Citra pizza naik dari makanan rakyat menjadi hidangan nasional
- Pizza Margherita menjadi standar pizza klasik Italia
6. Penyebaran Pizza ke Seluruh Dunia
Pizza mulai menyebar ke luar Italia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, terutama melalui imigran Italia ke:
- Amerika Serikat
- Argentina
- Prancis
- Australia
Di Amerika Serikat, pizza berkembang pesat, khususnya di kota New York dan Chicago. Di sinilah muncul:
- New York-style pizza
- Chicago deep dish pizza
Pizza mengalami adaptasi besar:
- Topping lebih beragam
- Ukuran lebih besar
- Rasa disesuaikan selera lokal
Dari sinilah pizza bertransformasi menjadi makanan global.
7. Pizza di Era Modern



Saat ini, pizza hadir dalam berbagai bentuk:
- Pizza tipis
- Pizza tebal
- Pizza vegetarian
- Pizza daging
- Pizza fusion lokal
Di berbagai negara, pizza mengalami lokalisasi:
- Pizza rendang di Indonesia
- Pizza seafood di Jepang
- Pizza kebab di Timur Tengah
Meskipun begitu, pizza Neapolitan tradisional tetap dijaga keasliannya dan bahkan diakui sebagai warisan budaya.
8. Pizza sebagai Warisan Budaya Dunia
Pada tahun 2017, seni membuat pizza Neapolitan diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Ini menegaskan bahwa pizza bukan sekadar makanan, tetapi juga:
- Tradisi
- Identitas budaya
- Warisan sejarah
Pengakuan ini mengembalikan pizza ke akarnya: Napoli dan masyarakatnya.
9. Mengapa Pizza Bisa Bertahan Selama Berabad-abad?
Pizza bertahan karena:
- Sederhana tapi fleksibel
- Bisa dinikmati semua kalangan
- Mudah beradaptasi dengan budaya
- Mengenyangkan dan lezat
Dari makanan rakyat miskin, pizza menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan globalisasi kuliner.
Kesimpulan
Sejarah ditemukannya pizza adalah kisah tentang kesederhanaan yang mendunia. Berawal dari roti pipih di peradaban kuno, berkembang di jalanan Napoli, diangkat oleh seorang ratu, lalu menyebar ke seluruh dunia.
Pizza bukan hanya makanan, tetapi:
- Cerminan sejarah sosial
- Bukti kreativitas manusia
- Contoh bagaimana budaya lokal bisa mendunia
Setiap potong pizza yang kita makan hari ini membawa jejak sejarah panjang yang dimulai dari dapur sederhana rakyat Napoli.